Friday, April 13, 2012

Chapter 73 : Wanita adalah fantasi aku...


Wanita adalah fantasi aku…

Chenta bermula dengan puisi,
Diakhiri untuk ditangisi,
Kian gembira kian sedih,
Entah tawa entah pedih,
Merumus segala fizik itu,
Agar semua menjadi celik,
Bukan bodoh untuk dijelik,
Haru tersebar indah,
Takkan jauhari mengenal manikam,
Biar hodoh dari pandangan,
Tapi jelita di pintu udara,
Mengapung segala cantik,
Itulah dia bidadari khayalan,
Menanti langit menjadi biru,
Sedang kelabu adanya pelangi,
Pergilah engkau Pergilah lagi,
Agar aku bahagia dengan realiti aku,
Takkan tertelan semua fantasi ini…

Wednesday, April 11, 2012

Chapter 72 : Die-ant..



Die-ant…  

Aku bermimpi tentang dia semalam,
Mimpi penuh dengan senyumannya,
Dengan harapan ia kekal abadi,
Tapi tetap akan hilang di kanta mata,

Cuma dalam fikiran akan menanti,
Supaya ia dapat diputar kembali,
Betapa indah saat yang lama,
Penuh dengan kenangan indahnya,

Mengecapi segala bintang di atas,
Belum tentu sama seperti dia,
Menyerlah dari jutaan bintang,
Apatah lagi semua bidadari syurga,

Mengaburkan mataku dengan hitam putih,
Akan tetapi hanya dia tetap berwarna indah…

Thursday, April 5, 2012

Chapter 71 : Setia engkau kepada satu...

Setia engkau kepada satu..

Menopeng hati nafsu,
Sekilas tumpah mati,
Menyelaputi ke cinta,
Tak mudah hilang lagi,

Lena dalam jaga,
Sepi terus mengekang,
Sampai dia abstrak,
Tetap kaku tetap indah,

Melayang ke atas langit,
Sedangkan bulan ke mari,
Tak pernah hodoh bumi,
Selagi dia ada disisi,

Merayu aku pada dia,
Jangan pergi seri,
Walau aku tiada,
Aku tetap nanti,

Kalau di syurga cantik,
Pasti kerana adanya dia...

Sunday, March 25, 2012

Chapter 70 : Untuk Pena Lara...



Untuk pena lara…

Kalau disisipkan hati dengan warna merah,
Terus dia menjadi lukisan yang indah,
Justeru tanpa belaian cinta yang diberi,
Tandus terus akal permainan cintaku lagi,

Silap aku untuk berkata-kata,
Agar dia kekal menjadi gembira dan tawa,
Walau sedetik titisan yang diperlukan,
Tapi cukup untuk menyayangi diri dia,

Tidak akan melihat bidadari murka,
Akan kuserap segala kebencian dia,
Tetap hidup diberikan pilihan rumit,
Untuk memikirkan pena atau pisau cinta,

Entah untuk siapa tapi bukan untuk siapa,
Cuma untuk diri menenangkan jiwa lagi…

Sunday, March 4, 2012

Chapter 69 : The key of heart...


The key of heart

I cry for another of her,
I whisper with my tears,
I try to swallow the fears,
But still it burning likes fire,

Inside out my soul is torn,
Hear me oh my god,
Wondering in my heart,
So that I be more pure than ever,

Stabbed the key through my heart,
Even thought it hurt so much,
Love with stand above all,
Let the gorgeous kill love easily,

Because nothing last forever…. 

Tuesday, February 14, 2012

Chapter 68 : I wish

I wish...

Aku berharap semua benda ni dapat berhenti, 
Ak berharap sakit ini dapat hilang dengan kesakitan,
tapi jawapannya tetap tidak,
aku berharap sakit ini dapat hilang dengan kawan,
tapi bila kawan hilang dan dia datang,
aku berharap sakit ini dapat hilang dengan khayal,
tapi bila sudah tinggi dan aku jatuh dengan laju,
aku berharap sakit ini hilang dengan begitu saja,
tapi mimpi tentang dia asyik datang dan pergi,
aku berharap dapat mendengar suaranya lagi,
tapi entah ego aku semakin bodoh,
aku berharap berjumpa dia untuk beribu kali lagi,
tapi aku tak mahu dia melihat aku begini....

Friday, February 3, 2012

Chapter 67 : Diriku untuk memiliki bunga...


Diriku untuk memiliki bunga..

Selamat malam wahai bunga,
Mekarlah untuk mengharumi dunia,
Biar bercambah jadi ribu,
Tapi dihati kau yang satu,

Jangan sesekali layu ditelan masa,
Agar aku dapat melihat kau lagi,
Untuk dijadikan bau-bauan syurgaku,
Tanpa menghiraukan derita neraka,

Aku tetap menanti kamu,
Diakhir waktu aku pergi,
Menghembuskan senyuman terakhir,
Hanya untuk melihat engkau tawa,

Terima kasih emilyn,
Aku tak pernah lihat kau wujud,